Jumat, 10 Januari 2020

Perbedaan Kopi Robusta Dan Arabika


Perbedaan Kopi Robusta Dan Arabika

Ini Bedanya Kopi Robusta dan Kopi Arabika, Penikmat Kopi Harus Tahu!
Senin, 29 Januari 2018 17:50
Ini Bedanya Kopi Robusta dan Kopi Arabika, Penikmat Kopi Harus Tahu!
Net
Ilustrasi Kopi


 Jenis kopi yang sangat umum dijumpai di Indonesia melulu terdiri dari lima jenis saja. Di antaranya ialah arabika, robusta, liberika dan excelsa.

Namun dari keseluruhannya, malah jenis kopi Arabika dan Robusta lah yang sangat populer dan digilai oleh penyuka kopi nusantara.


Irawati Dian, empunya sekaligus barista di Warung Kopi Udin Wati, menuturkan, kopi Arabika dan Robusta pastinya mempunyai beberap perbedaan yang tidak banyak mencolok.

“Jika telah diolah, kopi arabika dan kopi robusta akan tidak banyak sulit guna dibedakan. Tapi pada prinsipnya bisa diketahui dari rasa, format biji, wilayah tempat tumbuhnya, tinggi pohonnya, keawetan terhadap hama, harga dan kelaziman selera meminum kopinya,“ kata Dian untuk Tribun Jabar, saat didatangi seusai mengisi pekerjaan Berbagi Pengetahuan Tentang Kopi, di Cafe Rio, Jala R E Martadinata No160, Kota Bandung, Senin (29/1/2018) siang.

Baca: Pecinta Kopi Wajib Tahu! Ini Dampak Positif dan Negatif dari Minum Kopi

Dian pun mengatakan, lazimnya kopi arabika mempunyai karakter rasa yang ingin asam. Selain tersebut arabika pun lebih kaya bakal rasa dan aroma.

Sedangkan kopi robusta mempunyai karakter rasa yang ingin pahit. "Karakter rasa yang dipunyai oleh robusta lebih laksana kacang-kacangan," ujar Dian.

Sedangkan format bijinya, kopi arabika memiliki format biji yang lonjong, gepeng dan agak memanjang. Maka kopi robusta kebalikannya mempunyai biji yang berbentuk bulat penuh.

Berbicara mengenai kandungan kafeinnya, kopi arabika mempunyai kandungan kafein yang lebih kecil. Kandungan itu berkisar antara 0,8% – 1,4%. Sedangkan kopi robusta mempunyai kandungan kafein yang lebih tinggi, yaitu sekitar 1,7% – 4,0%.


Kata Dian, dari kandungan kedua jenis kopi tersebut, juga diprovokasi oleh lokasi tumbuhnya pohon kopi arabika dan robusta.

Baca: Warung Kopi Udin Wati, Tempat Kongkow Penggemar Kopi yang Lagi Hits di Cimahi

"Kalau kopi arabika tumbuh di dataran tidak cukup lebih 800 meter diatas permukaan laut. Sedangkan robusta tumbuh di dataran 300-800 meter diatas permukaan laut," jelas Dian.


Begitu pun dengan pengaruh ketinggihan pohonnya. Pohon kopi arabika bisa tumbuh menjangkau 3 meter, dan pohon kopi robusta melulu dapat tumbuh selama 1–2 meter saja.

Dari karakter itu diatas bisa diketahui bahwa, keawetan terhadap hama pada kopi arabika dan robusta bakal berbeda.

Dian mengatakan, pohon kopi arabika memiliki keawetan yang lemah terhadap serangan hama dan penyakitnya.

Sebaliknya, pohon kopi robusta memiliki keawetan yang lebih powerful dari serangan hama dan penyakit.

Baca: Ini 5 Alasan Kafe Kopi Tarik Ulur Patut Kamu Kunjungi

Sehingga pada penetapan harga jual kopi bakal berpengaruh, yaitu harga kopi arabika lebih mahal bila dikomparasikan dengan biji kopi robusta.

Hal ini diakibatkan oleh perawatan yang mesti ektra sebab pohon kopi arabika rentan terhadap serangan hama dan penyakit.


Sebaliknya, robusta yang memiliki keawetan dari serangan hama dan penyakit, malah mempunyai harga yang lebih murah.

Untuk penguasaan pangsa pasar, Dian mengatakan, Arabika bisa menguasai 60% pasar kopi dunia.

Hal ini diakibatkan oleh arabika mempunyai karakter rasa yang kaya akan wewangian dan rasa yang kuat, sampai-sampai membuatnya bisa menguasai pasar dunia.ju


Kakau Robusta melulu menguasai 40% pasar kopi dunia. Dikarenakan rasa biji kopi robusta yang lebih pahit, sampai-sampai membuatnya lebih dipakai sebagai bahan dasar espresso atau blend.

Dari segi rasanya, guna penyajian kopi Arabika mempunyai karakter rasa dan wewangian yang kuat.

Oleh karena tersebut kopi arabika lebih sesuai disajikan sebagai single kopi origin, sampai-sampai penikmat kopi dapat menikmati rasa pribumi dari kopi arabika.


Selanjutnya koi robusta, lebih mempunyai karakter rasa yang ingin pahit. Maka dari itu, robusta lebih sesuai disajikan sebagai bahan dasar espresso atau blend.

Dengan begitu, rasa pahit yang terdapat di dalamnya dapat tidak banyak berkurang setelah diperbanyak creamer.

“Jadi, tersebut lah alasannya mengapa kopi Arabika lebih tidak sedikit dipilih oleh semua pecinta kopi. Di samping itu, rasa yang dimunculkan oleh arabika menciptakan para pencinta kopi ketagihan bakal rasanya yang spesial dan wewangian yang spesial," ujar Dian.

"Nah, Lain halnya dengan semua pembeli kopi robusta, seringkali mereka melakukan pembelian kopi dalam format cappucino atau blend. Mereka yang memesan jenis ini seringkali kurang menyenangi kopi, sampai-sampai mereka memilih kopi yang sudah diubah dengan gabungan gula atau creamer,” pungkas Dian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar