Jumat, 10 Januari 2020

Ciri-Ciri Kopi Robusta Lampung



PRECOLA (Premium Coffee Lampung)

Kopi  Robusta, di antara jenis kopi yang terkenal sesudah kopi Arabika, kopi robusta sendiri adalah turunan dari sejumlah spesies khususnya Canephora. Mungkin karena dalil itu, sumber bibit tumbuhan untuk robusta tidak dinamakan varietas tetapi klon, sejumlah klon hasil pengembangan PUSLIT KOKA yang mempunyai sejumlah keunggulan guna dibudidayakan mis:

Klon BP234. Produktivitasnya 800-1200 kg/ha/tahun. Perawakan ramping dengan persimpangan yang panjang dan lentur. Butiran buah agak kecil dan ukurannya tidak seragam.
Klon BP308. Klon ini adalahtanaman unggul yang tahan terhadap serangan nematoda. Keistimewaan beda klon robusta ini ialah toleran terhadap tanah yang tidak cukup subur. BP308 disarankan untuk dijadikan batang bawah, sementara batang atasnya disambung dengan klon-klon beda yang dicocokkan dengan agroklimat setempat.
Klon BP42. Klon jenis ini mempunyai produktivitas 800-1200 kg/ha/tahun. Perawakannya sedang dengan tidak sedikit cabang dan ruasnya pendek. Buah yang didapatkan besar dan dompolannya rapat.
Klon SA436. Memiliki produktivitas yang lumayan tinggi, menjangkau 1600-2800 kg/ha/tahun. Bentuk biji dari klon ini kecil dan ukurannya tidak seragam.

Kopi Robusta bisa tumbuh di daratan rendah, tetapi yang ideal antara 400 hingga 800 meter DPL, wilayah tropis basah dengan suhu berkisar 24 hingga 30 Derajat Celcius dan curah hujan antara 2000 hingga 3000 mm per tahun.

Tanah ideal guna kopi Robusta ialah tanah gembur yang kaya dengan bahan organik dengan tingkat keasaman PH tanah antara 5,5—6.5 dan menyenangi naungan dibawah pohon lainnya sebab mempunyai perakaran yang dangkal. Tanaman ini juga lumayan sensitif terhadap kekeringan.

Dipasaran, kopi ini dipasarkan dengan harga lebih rendah dibanding arabika. Di samping itu, wewangian kopi robusta tidak sekuat arabika, dengan tingkat kekentalan (body) sedang sampai-sampai berat dan citarasa pahit. Kandungan kafein kopi ini lebih dari dua kali lipat arabika, yakni berkisar 1,7-4%.

Sekitar 99% perniagaan kopi dunia ialah jenis robusta dan arabika. Kopi robusta tidak sedikit diproduksi oleh negara-negara Asia-Pasific dan Afrika, sementara kopi arabika tidak sedikit diproduksi oleh negara-negara Amerika Selatan. Penghasil kopi robusta terbesar ialah Vietnam.

Kopi robusta dari hutan equator Afrika ini didatangkan tahun 1900. Seperti halnya Liberika, Kopi ini pun didatangkan untuk menanggulangi penyakit karat daun. Namun, robusta mempunyai pertumbuhan yang kuat, pemeliharaannya ringan, pun dengan hasil buatan lebih tinggi. Kini, jenis kopi Robusta mendominasi selama 90% lokasi kopi di Aceh, Tapanuli, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, pun Sumatera Selatan.

Lampung adalahpenghasil kopi robusta terbaik dan terbanyak di Indonesia. Kopi lampung memiliki wewangian khas laksana bau coklat rasa yang pekat dan tidak terlampau asam, terkadang kopi lampung ini pun beraroma laksana rempah-rempah.

Tanaman kopi robusta telah mulai berbunga pada usia 2 tahun. Bunga tumbuh pada ketiak cabang primer. Setiap ketiak ada 3-4 kumpulan bunga. Bunga seringkali mekar diawal musim kemarau. Bunga kopi robusta mengerjakan penyerbukan secara silang.

CIRI-CIRI UMUM KOPI ROBUSTA :
Tumbuh di daratan rendah 400 – 800 DPL.
Suhu perkembangan 24 hingga 30 Derajat Celcius.
Akarnya dangkal.
Tinggi pohon 4 hingga 6 meter.
Curah hujan ideal 2000 – 3000 mm per tahun.
Kandungan kafein tinggi antara 1.7 hingga 4 persen.
Buah matang tetap menempel di pohon.
Waktu berbunga hingga buah matang 10-11 bulan.
Karakter seduhan agak pahit.
Bentuk biji bulat dan lebih kecil.
Hasil buatan 2000 – 4000 kg per hektar.
Memiliki rasa laksana coklat.
Aroma ingin manis.
Menguasai selama 25 % pasar kopi dunia.
Negara penghasil kopi robusta terbesar Vietnam dan Indonesia.
Harga jual lebih murah dari kopi Arabika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar